kamu pantai dan aku gunung

cerita sebelumnya masih berlanjut…….

tak terasa aku dan dia sudah berteman dekat dan selalu chitchat sampai perasaan itu mulai muncul kalo bahasa jaman skarang (BAPER). tapi aku hanya menyindir dia supaya peka terhadap akan adanya aku untuk dia, tetapi aku sadar dia sebelumnya pacaran sangat lama dengan mantannya hingga 3taun lamanya dan aku tidak akan langsung mengatakan hal itu kata temen2 sih udah aja sikat bro jangan dilama2 mumpung dianya lagi gaada pacar. iyah juga harusnya aku ngelakuin apa yang temen aku bilang, tetapi aku takan sembarangan mengatakanya karna butuh waktu dan moment yang pas supaya tidak menjadi pelampiasan dimata dia..sama halnya pantai dan gunung tak bersatu tapi kalo bersatu akan menjadi alam yang indah itulah aku dan kamu……

Iklan

perjuanganku diatas terik cintanya

aku hanya seorang lelaki pemuja terbitnya surya dan tenggelamnya sang surya sama halnya ketika aku duduk dibalkon sebuah mini market dekat kampus, seketika aku melihat cucu sang surya datang melawati aku dan hanya bisa merunduk sesekali melihat ke raut wajahnya seolah dia tak tau ada lelaki yang sedang mengamatinya. aku sering kali nongkrong dibalkon sebuah mini market dekat kampus seakan aku nunggu matahari terbit dan aku terus menunggu sesekali menghisap berbatang rokok. kebetulan dia langsung lewat dan memarkirkan motornya lalu mataku mulai tak malu melihat wajahnya serupa bola matahari yang mulai menampakan dirinya. mungkin tulisan ini tak bermakna tetapi ikutin perjalanan saya sampai mana cinta ini bisa bertahan……